Bisnis Dalam Sektor Jasa

Bisnis Dalam Sektor Jasa

Masih Terbuka Lebar”

Pendahuluan

Dalam bahasa “Pemasaran” produk berarti segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada konsumen, yang didalamnya terdiri barang secara fisik, jasa, dan konsep. Jadi dalam setiap produk terkandung kombinasi dari 3 hal tersebut. Sebuah komputer misalnya, maka barang secara fisiknya adalah monitor, CPU, keybord. Unsur jasanya adalah jasa tentang bagaimana cara penggunaan komputer, jasa pelatihan program komputer, dan jasa perawatan komputer. Sedangkan unsur konsepnya adalah dengan menggunakan komputer maka dapat membuat program dengan cepat, menghitung dengan cepat, menulis dengan cepat, dan fasilitas-fasilitas lain yang jauh lebih memudahkan.

Dalam pembagian yang ditinjau dari dapat tidaknya dilihat/diraba atau menurut wujudnya, produk terbagi menjadi dua yaitu barang dan jasa. Dalam tulisan ini hanya akan dibahas mengenai jasa, khususnya bagaimana peluang bisnis sektor ini berkembang di masyarakat.

Menurut Philip Kotler, jasa dapat didefinisikan sebagai “Setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikian sesuatu”.

Di Indonesia, industri jasa sangat beragam, bila dikaitkan dengan siapa penyelenggara dari sektor jasa, maka dapat dikelompokkan kedalam empat sektor utama , yaitu :

  1. Sektor pemerintah

Seperti kantor pos, kantor pelayanan pajak, kantor polisi, rumah sakit, sekolah, bank pemerintah

  1. Sektor nirlaba swasta

Seperti sekolah, universitas, rumah sakit, yayasan

  1. Sektor bisnis

Seperti, perbankan, hotel, perusahaan asuransi, konsultan, transportasi,

  1. Sektor manufaktur

Seperti akuntan, operator komputer, penasihat hukum, arsitek

Faktor-faktor Yang Mendorong

Perkembangan Sektor Jasa

Biasanya setiap perkembangan bisnis jasa tertentu, terdorong oleh perkembangan faktor-faktor tertentu atau karena perkembangan sektor jasa yang lain. Berikut ini beberapa faktor yang sering menjadi penentu berkembangnya sektor jasa tertentu.

  1. Waktu santai yang semakin banyak, atau waktu liburan sekolah dapat memunculkan banyak jenis jasa baru. Misalnya bisnis perjalanan wisata, pusat hiburan dan rekreasi, kursus dan pelatihihan singkat, jasa TV kabel, Rumah produksi Sinetron, tempat peristirahatan, karaoke, pertunjukkan musik.
  2. Persentase wanita yg memasuki angkatan kerja semakin besar, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa penitipan anak, baby sitter, binatu, restoran siap santap.
  3. Tingkat harapan hidup semakin meningkat, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa perawatan kesehatan dan konsultasi kesehatan.
  4. Produk yang dibutuhkan dan dihasilkan semakin komplek, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya Jasa instalasi, pelatihan, konsultasi, reparasi.
  5. Adanya peningkatan kompleksitas kehidupan, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa pengacara, psikolog, ahli gizi, dokter pribadi, pelatih kebugaran, penasihat finansial.

 

Karakteristik Jasa

 

Jasa memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari barang, dan berdampak pada cara memasarkannya. Karakteristik tersebut meliputi :

  1. Intangibiliity

Jasa berbeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu obyek, alat atau benda maka jasa adalah suatu perbuatan, pengalaman, proses, kinerja (performance). Oleh karena itu jasa tidak dapat dilihat, dirasa, dicium, didengar, atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi.

Implikasi bagi konsumen, ketidakpastian dalam pembelian jasa relatif tinggi, dan merasakan resiko yang lebih besar dalam keputusan pembeliannya, karena :

    • Terbatasnya search qualities, yakni karakteristik fisik yg bisa dievaluasi sebelum pembelian dilakukan. Untnk barang, konsumen dapat menilai bentuknya, warna, modelnya sebelum membelinya. Namun utk jasa, kualitas apa dan bagaimana yang akan diterima konsumen, umumnya tidak diketahui sebelum jasa tesebut dikonsumsi.
    • Jasa biasanya mengandung unsur experience quality, adalah karakteristik yang dapat dinilai setelah pembelian, seperti kualitas, efisiensi dan kesopanan.
    • Dan credence quality, adl karakteristik yang sulit dinilai, bahkan setelah pembelian dilakukan. Misal, seseorang sulit menilai peningkatan kemampuan bahasa inggrisnya setelah mengikuti kursus pada periode tetentu.

Intangibiliity /intangibilitas jasa:

Adanya karakteristik Intangibiliity /intangibilitas pada jasa ini menyebabkan konsumen :

 

  • Sulit mengevaluasi berbagai alternatif penawaran jasa
  • Mempersepsikan tingkat resiko yang tinggi
  • Menekankan pentingnya sumber informasi informal
  • Menggunakan harga sebagai dasar penilaian kualitas.

Melihat beberapa kesulitan yang akan dihadapi konsumen tersebut, manajemen perlu segera merespon dengan beberapa kebijakan seperti :

  • Mereduksi kompleksitas jasa

Kesulitan dalam memajang jasa dan mendiverensiasikan jasa inovasi jasa sukar dipatenkan

  • Penekanan petunjuk fisik (tangible cues)

Memfasilitasi rekomendasi dari mulut ke mulut

  • Fokus pada kualitas jasa

Intengibilitas Jasa

 

Menyebabkan konsumen :

  1. Sulit mengevaluasi berbagai alternatif penawaran jasa
  2. Mempersepsikan tingkat resiko tinggi

  3. Menekankan pentingnya sumber informasi informal

  4. Menggunakan harga sebagai dasar penilaian kualitas

 

Membutuhkan respon manajemen berupa :

  1. Reduksi kompleksitas jasa
  2. Penekenan tangible cues
  3. Fasilitasi rekomendasi dari mulut ke mulut

  4. Fokus pada kualitas jasa

 

 

Gambar : Impslikasi Intengibilitas jasa

  1. Inseparability

Barang biasanya diproduksi, kemudian dijual lalu dikonsumsi. Sedangkan jasa dijual lebih dulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama.

implikasi :

  • interaksi antara produsen dan konsumen merupakan faktor penting yang menentukan kepuasan konsumen

  • karena waktu terjadi proses produksi ada konsumen lain yang berada disitu, maka perilaku mereka akan mempe-ngaruhi thd jasa yang diberikan.

  • perkembangan atau pertumbuhan jasa sulit diwujudkan

  • Implikasi bagi penyedia jasa :
  • Melatih agar staf dapat berinteraksi secara efektif
  • Mencegah agar konsumen tidak meng-ganggu konsumen lain, missal antara perokok dengan yang tidak perokok
  • Pertumbuhan dapat difasilitasi dengan pelatihan, fasilitas yg bisa melayani pelanggan yg lebih besar, bekerja lebih cepat

Inseparabilitas Jasa

 

Menyebabkan konsumen :

  1. Menjadi co- producers jasa
  2. Seringkali menjadi co-concumers suatu jasa dengan konsumen lainnya
  3. Sering harus melakukan perjalanan untuk mencapai lokasi produksi jasa

 

Membutuhkan respon manajemen berupa :

  1. Upaya memisahkan produksi dan konsumsi

  2. Manajemen interaksi konsumen dan produsen

  3. Menyempurnakan sistem penyampaian jasa

 

Gambar : Impslikasi Inseparaabilitas jasa

  1. Variability/heterogeneity

Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan non standardized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas dan jenis, tergantung pd siapa, kapan, dan dimana jasa tersebut diproduksi .

Variabilitas kualitas jasa tergantung :

  1. Kerjasama atau partisipasi pelanggan selama penyampaian jasa

  2. Moral/motivasi karyawan dlm mela-yani pelanggan
  3. Beban kerja perusahaan

Pengurangan dampak variabilitas kuali-tas jasa melalui strategi :

  1. Berinvestasi dalam seleksi, motivasi, dan pelatihan karyawan agar karyawan mematuhi prosedur stan-dar dan menangani permintaan yang unpredictable
  2. Melakukan service customization, artinya meningkatkan interaksi antara penyedia jasa dengan pelanggan shg jasa yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
  1. Perishability

Perishability berarti jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Bila permintaan bersifat konstan, kondisi tersebut tidak menyebabkan masalah. Namun kenyataanya permintaan thd jasa sangat fluktuasi. Kegagalan mela-yani pada permintaan puncak, akan menyebabkan ketidakpuasan pelanggan. Dalam manajemen permintaan alter-natif yang bisa digunakan :

  • Mengurangi permintaan pada periode permintaan puncak, dengan menerapkan differential pricing.
  • Meningkatkan permintaan pada periode permintaan sepi, dengan cara menurunkan harga
  • Menerapkan system antrian, shg pelanggan harus menunggu untuk dilayanai

  1. Lack of ownership

Pada pembelian barang konsumen memili-ki hak penuh atas produk yg dibelinya.

Pada pembelian jasa, pelanggan hanya memiliki akses personal atas suatu jasa untuk jangka waktu tertentu.

Karakteristik dan Implikasi Manajemen

Karakteristik Implikasi Manajemen
Intengibility
  • produk bersifat abstrak : lebih berupa tindakan atau pengalaman
  • kesulitan dalam evaluasi alternative penawaran jasa : persepsi konsumen thd resiko
  • tdk dpt dipajang : diferensiasi sukar dilakukan

  • tdk ada hak paten: hambatan masuk rendah
Inseparability
  • konsumen terlibat dalam produksi : kontak dan interaksi penting sekali

  • pelanggan lain juga terlibat : masalah pengendalian
  • karyawan mencerminkan dan mewujudkan bisnis jasa : relasi pribadi

  • lingkungan jasa : mendiferensiasikan bisnis
  • kesulitan dalam produksi masal : pertumbu-han membutuhkan jaringan kerja sama

Heterogeneity
  • standardisasi sukar dilakukan : sangat tergantung kepada sumber daya manusia yg terlibat
  • kualitas sulit dikendalikan : heterogenitas lingkungan

Perishability
  • tidak dapat disimpan : tidak ada sediaan
  • masalah beban periode puncak : produkti-vitas rendah

  • sulit menentukan harga jasa : masalah penetapan harga

Lack or ownership
  • pelanggan tidak dapat memiliki jasa : jasa disewakan

 

 

Klasifikasi Jasa

atas dasar Segmen Pasar

 

  1. Jasa yg ditujukan pada konsumen akhir

Misal : taksi, asuransi jiwa, pendidikan, salon kecantikan,

  1. Jasa yang ditujukan pada konsumen organisasional

Misal : biro periklanan, jasa akuntansi dan perpajakan, konsultasi manajemen

 

Klasifikasi Jasa atas dasar

Ketrampilan Penyedia Jasa

 

  1. Professional Service

Untuk bisa menyediakan jasa ini seseorang harus melalui pendidikan formal pada jenjang tartertu.

Misal : konsultan manajemen, konsultan hukum, konsultan perpajakan, konsultan sistem informasi, pelayanan dan perawatan kesehatan, jasa arsitektur

  1. Non-professional Service

Untuk bisa menyediakan jasa ini seseorang tidak perlu melalui pendidikan formal tertentu.

Misal : jasa sopir taksi, tukang parkir, pengantar surat, penjaga malam, keamanan, tukang ojek

 

Klasifikasi Jasa atas dasar

Tingkat Kontak Penyedia Jasa dengan Pelanggan

 

  1. High Contact Service

Yaitu jasa yang dikonsumsi dengan frekuensi yang tinggi atau memerlukan waktu yang lama untuk dapat menyelesaikan suatu jasa tertentu.

Misal : universitas, bank, dokter

  1. Low Contact Service

Yaitu jasa yang dikonsumsi dengan frekuensi yang rendah atau jasa ini jarang sekali digunakan.

Misal : bioskop, jasa pos

Klasifikasi Jasa atas dasar

Tingkat Keberwujudan

  1. Rented goods service

Konsumen menyewa dan menggunakan produk berdasar tarif yang disepakati selama jangka waktu tertentu. Konsumen hanya dapat menggunakan produk tersebut, karena pemilikannya tetap ada pada perusahaan yang menyewakan produk tersebut. Misal rental mobil, persewaan VSD/DVD, persewaan apartemen

  1. Owned goods service

Produknya konsumen direparasi, ditingkatkan kinerjanya dan dirawat oleh perusahaan jasa Jenis jasa ini juga menyangkut perubahan bentuk pada produk yang dimiliki konsumen. Misal jasa reparasi, jasa pencucian mobil, perawatan taman, pencucian pakaian

  1. Non goods service

Jasa personal bersifat intangible (tidak berbentuk produk fisik/tidak dapat diraba). Misal supir, dosen, tutor, baby sitter, pemandu wisata, penerjemah, ahli kecantikan

Klasifikasi Jasa atas dasar

Sifat Tindakan Jasa

  1. Tangible action

Jasa ini ditujukan kepada sasaran yang dapat dilihat atau diraba (tangible), seperti ditujukan kepada tubuh manusia dan ditujukan pada benda.

    1. Jasa ditujukan pada tubuh manusia
  • perawatan kesehatan
  • transportasi penumpang
  • salon kecantikan

  • klinik kebugaran
  • jasa potong rambut
    1. Jasa ditujukan pada benda
  • angkutan barang
  • perbaikan peralatan industri
  • jasa penjagaan
  • binatu
  • perawatan taman

2. Intangible action

a. Jasa ditujukan pada pikiran manusia

  • pendidikan
  • penyiaran
  • jasa informasi
  • bioskop
  • siaran televisi
  • museum
    1. Jasa ditujukan pada aset terdidik berwujud
  • perbankan
  • jasa bantuan hukum
  • akuntansi
  • keamanan
  • asuransi

Klasifikasi Jasa atas dasar

Tujuan Organisasi

Berdasarkan tujuan organisasi jasa dapat diklasifikasikan menjadi commercial service dan non profit cervice

  1. Commercial service

Yang termasuk jasa ini misalnya :

    1. Perumahan atau penginapan, meliputi penyewaan apartemen, hotel, motel, vila, losmen, cottage dan rumah

    2. Operasi rumah tangga, meliputi utilitas, perbaikan rumah, reparasi peralatan rumah, pertamanan, cleanning service
    3. Rekreasi dan hiburan

    4. Personal care seperti laundry, perawatan kecantikan

    5. Perawatan kesehatan, meliputi segala macam jasa medis dan kesehatan

    6. Pendidikan swasta

    7. Asuransi, perbankan dan lembaga finansial lainnya

    8. Transportasi, meliputi jasa angkutan orang dan angkutan barang

    9. Komunikasi

    10. Bisnis dan jasa profesional lainnya

  1. Non profit cervice

Adalah semua usaha jasa yang tujuan utamanya bukan mencari keuntungan, tapi untuk tujuan-tujuan tertentu seperti misi keagamaan, misi sosial.

 

Bauran Pemasaan Jasa

 

Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik jasa yg ditawarkan kepada konsumen.

Konsep bauran pemasaran / 4 P (Product, price, promotion, dan place) penerapannya menjadi terbatas jika diterapkan pd bisnis jasa, maka diperluas dengan empat unsur lainnya yaitu : people, procces, physical evidence, dan customer service.

  • Product

Produk bisa berupa apa saja (baik yang berwujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada konsumen utk memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu.

  • Price

Keputusan bauran harga berkenaan dengan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat harga, syarat pembayaran, dan tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan. Pada umumnya aspek-aspek ini mirip dengan pemasaran barang. Perbedaannya karakteristik intangible jasa menyebabkan harga menjadi indikator signifikan atas kualitas. Karakteristik personal dan non transferable pada beberapa tipe jasa memungkinkan diskriminasi harga dalam pasar jasa tersebut, sementara banyak pula jasa yang disubsidi bahkan gratis.

  • Promotion

Bauran promosi tradisional meliputi berbagai untnuk mengkomunikasikan manfaat jasa kepada pelanggan aktual dan potensial. Metode tersebut adalah periklanan, promosi penjualan, personal selling dan public relations . Selain itu personal produksi juga menjadi bagian penting dalam bauran promosi.

  • Place

Keputusan distribusi menyangkut kemu-dahan akses thd jasa bagi pelanggan potensial. Misal keputusan mengenai lokasi fisik. Selain itu keputusan meng-gunakan perantara utk meningkatkan aksesibilitas.

  • People

Pada sebagian besar jasa, orang merupakan unsur vital dalam bauran pemasaran. Setiap orang merupakan “part-time marketer”, yang perilakunya memiliki dampak langsung terhadap output.

  • Procces

Dalam bisnis jasa, manajemen pemasa-ran dan manajemen operasi/produksi sulit dibedakan dengan jelas. Proses produksi berjalan dengan melibatkan konsumen secara langsung. Seorang pelanggan restoran akan sangat terpengaruh dengan cara staf melayaniny

Physical evidence

Karakteristik intangible jasa membuat resiko yg dipersepsikan konsumen dalam keputusan pembeliaanya mejnadi semakin besar. Untuk mengurangi resiko tersebut, diperlukan bukti fisik dari karakteristik jasa. Misalnya, brosur yang memuat foto, penampilan staf yang rapi dan sopan, ruang yang nyaman

  • Customer service

Keberadaan departemen layanan pelanggan menjadi sangat penting, namun tanggung jawab akan kepuasan pelanggan tetap ada pada semua anggota organisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Basu Swasta DH dan Irawan, 1990, Manajemen Pemasaran Modern, Edisi kedua, Liberty, Yogyakarta

Fandy Tjiptono, 2005, Pemasaran Pemasaran Jasa, Bayu Media Publishing, Malang

Handi Irawan, 2003, Kepuasan Konsumen, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Higgins dan Ferg uson, 1991, Total Quality Service, Erlangga, Jakarta

Kotler P, 1993, Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian, Jilid 1, Edisi VII, Erlangga, Jakarta

 

Sunarji Daromi dan Sri Hardjanti, 1989, Memilih Pasar Sasaran, Edisi Refisi II, BPFE UII, Yogyakarta

sumber dari : http://elearning-ujb.net/artikel/05-2510-6301BISNIS DALAM SEKTOR JASA.doc

 

 

 

Tentang riankostans

Ingin Menjadi Orang Sukses...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s